Ramadhan

Panduan Puasa Ramadhan: Niat, Sahur, Berbuka, dan Pembatal Puasa

Panduan sederhana puasa Ramadhan: siapa yang wajib berpuasa, niat, sahur dan berbuka, hal-hal yang membatalkan puasa, serta cara mengganti puasa.

AskDeen3 menit baca

Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti umat Islam. Di bulan inilah Al-Qur'an mulai diturunkan, pintu-pintu kebaikan dibuka lebar, dan setiap Muslim diajak untuk lebih dekat kepada Allah. Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam.

Kewajiban puasa

Allah Ta'ala berfirman:

Al-Baqarah 2:183

Tujuan puasa adalah takwa — kesadaran dan rasa takut kepada Allah yang membuat kita menjaga diri. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, mata, dan hati dari hal-hal yang buruk.

Siapa yang wajib berpuasa?

Puasa Ramadhan wajib bagi setiap Muslim yang sudah baligh, berakal, sehat, dan tidak sedang dalam perjalanan. Al-Qur'an menyebutkan keringanan bagi orang sakit dan musafir Al-Baqarah 2:184. Secara umum:

  • Orang sakit boleh tidak berpuasa dan menggantinya (qadha) setelah sembuh.
  • Musafir boleh tidak berpuasa selama perjalanan dan menggantinya di hari lain.
  • Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak berpuasa dan wajib mengqadha.
  • Ibu hamil dan menyusui yang khawatir terhadap dirinya atau bayinya boleh tidak berpuasa; mengenai qadha dan fidyahnya, para ulama memiliki beberapa pendapat.
  • Lansia dan orang sakit menahun yang tidak mampu berpuasa membayar fidyah, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter dan tanyakan kepada ustadz setempat.

Niat puasa

Dalam mazhab Syafi'i yang banyak diikuti di Indonesia, niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Niat letaknya di hati; melafalkannya, misalnya "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis-sanati lillahi ta'ala", adalah kebiasaan yang dianjurkan oleh banyak ulama Syafi'iyah. Sebagian ulama dari mazhab lain membolehkan satu niat di awal bulan untuk seluruh Ramadhan.

Sahur dan berbuka

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa dalam makan sahur terdapat keberkahan, dan beliau menganjurkan untuk menyegerakan berbuka.

  • Sahur: makan sebelum imsak atau sebelum terbit fajar. Pilih makanan yang mengenyangkan lebih lama seperti nasi merah, telur, sayur, buah, dan cukup air putih.
  • Berbuka: segera setelah azan Maghrib, dianjurkan dengan kurma atau air putih. Jangan berlebihan saat berbuka.

Jadwal imsak dan berbuka berbeda di setiap daerah. Untuk jadwal resmi, Anda dapat merujuk ke Kementerian Agama dan Bimas Islam Kemenag.

Hal-hal yang membatalkan puasa

  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Muntah dengan sengaja
  • Berhubungan suami istri di siang hari (wajib qadha dan kafarat)
  • Keluarnya darah haid atau nifas
  • Merokok

Hal-hal yang tidak membatalkan puasa

  • Makan atau minum karena lupa — segera berhenti dan lanjutkan puasa
  • Menggosok gigi tanpa menelan air atau pasta
  • Mandi dan berkumur tanpa menelan air
  • Suntikan yang tidak mengenyangkan (para ulama berbeda pendapat tentang beberapa jenis obat; tanyakan kepada ustadz setempat)

Mengganti puasa (qadha)

Puasa yang ditinggalkan karena uzur diganti di hari lain di luar Ramadhan, sebaiknya sebelum Ramadhan berikutnya. Qadha boleh dilakukan secara terpisah-pisah, tidak harus berurutan.

Lailatul Qadar

Di sepuluh malam terakhir Ramadhan terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan:

Al-Qadr 97:1-5

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" — Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.

Bagaimana AskDeen membantu

Selama Ramadhan, pertanyaan sering datang di saat yang tak terduga: "Apakah obat tetes mata membatalkan puasa?", "Saya lupa minum, bagaimana puasa saya?" Tanyakan langsung kepada AskDeen, kapan saja, dan dapatkan jawaban yang jelas dan lembut, lengkap dengan rujukan ayat Al-Qur'an dan hadis sahih yang bisa Anda baca sendiri.

AskDeen juga menampilkan waktu sahur dan berbuka sesuai lokasi Anda, hitung mundur menuju Maghrib, pengingat di ponsel jika Anda mau, serta catatan puasa yang membantu melacak utang puasa yang perlu diganti. Selamat menyambut Ramadhan — coba AskDeen gratis sekarang.

Jawaban singkat

Apakah makan karena lupa membatalkan puasa?

Tidak. Orang yang makan atau minum karena lupa segera berhenti ketika ingat dan melanjutkan puasanya.

Siapa saja yang boleh tidak berpuasa?

Orang sakit, musafir, perempuan haid atau nifas, serta ibu hamil dan menyusui yang khawatir, dengan kewajiban qadha atau fidyah sesuai keadaannya.

Kapan niat puasa Ramadhan dilakukan?

Menurut mazhab Syafi'i, niat dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar untuk setiap hari puasa.

Apakah qadha puasa harus berurutan?

Tidak. Qadha boleh dilakukan secara terpisah-pisah, sebaiknya sebelum Ramadhan berikutnya.

Baca juga