Kehidupan sehari-hari
Memilih Produk Halal: Label Halal Indonesia dan Cara Mengeceknya
Panduan memilih makanan dan produk halal di Indonesia: dasar halal dan thayyib, label Halal Indonesia, cara mengecek sertifikat di BPJPH, dan bahan yang perlu diwaspadai.
AskDeen3 menit baca
Memilih makanan yang halal adalah bagian dari ibadah sehari-hari. Di Indonesia, mayoritas makanan memang halal, tetapi dengan banyaknya produk olahan, impor, dan restoran baru, kita tetap perlu teliti.
Halal dan thayyib
Allah Ta'ala memerintahkan untuk memakan yang halal lagi baik (thayyib):
Halal berarti diizinkan oleh syariat. Thayyib berarti baik, bersih, dan tidak membahayakan. Makanan yang halal tetapi merusak kesehatan juga perlu dihindari. Al-Qur'an juga menyebutkan secara khusus beberapa yang diharamkan:
Apa yang diharamkan?
Secara ringkas, yang diharamkan dalam makanan dan minuman antara lain:
- Babi dan semua turunannya
- Bangkai, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih secara syar'i (kecuali ikan dan belalang)
- Darah yang mengalir
- Hewan yang disembelih tidak dengan nama Allah
- Khamr dan minuman yang memabukkan, serta makanan yang mengandung alkohol dari khamr
- Hewan-hewan tertentu yang dijelaskan dalam hadis, seperti binatang buas bertaring dan burung bercakar tajam
Untuk beberapa hewan, seperti hewan yang hidup di dua alam, para ulama memiliki pendapat yang berbeda. Tanyakan kepada ustadz setempat jika Anda ragu.
Label Halal Indonesia
Sejak 2022, Indonesia menggunakan label Halal Indonesia yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kementerian Agama. Label lama dari LPPOM MUI secara bertahap digantikan oleh label baru ini. Proses sertifikasi melibatkan pemeriksaan oleh lembaga pemeriksa halal, penetapan fatwa kehalalan oleh MUI atau lembaga yang berwenang, lalu sertifikat diterbitkan oleh BPJPH.
Aturan tentang kewajiban sertifikasi halal untuk berbagai jenis produk diberlakukan secara bertahap. Untuk ketentuan dan jadwal terbaru, rujuk informasi resmi dari BPJPH.
Cara mengecek sertifikat halal
- Cari label Halal Indonesia pada kemasan.
- Periksa nomor sertifikat atau nama produsen melalui situs resmi BPJPH di halal.go.id.
- Waspadai label palsu atau tulisan "halal" yang dicetak sendiri tanpa nomor sertifikat.
- Untuk restoran, perhatikan sertifikat yang dipajang dan masa berlakunya.
Bahan yang perlu diwaspadai
Beberapa bahan dalam produk olahan bisa berasal dari sumber yang halal atau haram. Jika produk tidak bersertifikat, berhati-hatilah dengan:
- Gelatin, yang bisa berasal dari sapi, ikan, atau babi
- Lemak dan shortening dari hewan
- Perisa (flavour) dan ekstrak yang menggunakan pelarut alkohol
- Mirin, angciu, arak masak, dan bumbu masakan yang mengandung khamr
- Emulsifier tertentu yang bisa berasal dari hewan
- Kuas roti yang terbuat dari bulu babi
Ketika ragu
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat (samar). Siapa yang menjaga diri dari yang samar, ia telah menjaga agama dan kehormatannya.
Namun Islam juga tidak menyuruh kita berlebihan sampai menyulitkan diri. Makanan dari Muslim di negeri Muslim pada dasarnya dihukumi halal, dan kita tidak dibebani untuk menyelidiki sesuatu yang tidak tampak. Bersikaplah teliti, tetapi tetap tenang.
Lebih dari makanan
Prinsip halal juga berlaku untuk kosmetik, obat-obatan, dan produk kebersihan, serta cara kita mencari rezeki. Penghasilan yang halal sama pentingnya dengan makanan yang halal, karena dari situlah makanan kita dibeli.
Bagaimana AskDeen membantu
Saat berbelanja atau makan di luar, pertanyaan sering muncul: "Apakah gelatin ini halal?", "Bolehkah makan masakan yang memakai mirin?", "Bagaimana hukum makanan di restoran tanpa sertifikat?" Tanyakan langsung kepada AskDeen, kapan saja, dan dapatkan jawaban yang jelas dan tidak berlebihan, dengan rujukan ayat dan hadis serta penjelasan perbedaan pendapat ulama bila ada.
Ingin menghafal doa sebelum dan sesudah makan? Tanyakan saja, dan AskDeen akan menuliskannya dalam teks Arab, latin, dan arti. Jalani hidup halal dan thayyib dengan lebih tenang bersama AskDeen.
Jawaban singkat
Siapa yang menerbitkan sertifikat halal di Indonesia?
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kementerian Agama, setelah pemeriksaan dan penetapan fatwa kehalalan.
Bagaimana cara mengecek sertifikat halal?
Cari label Halal Indonesia pada kemasan dan periksa nomor sertifikat atau nama produsen di situs resmi BPJPH, halal.go.id.
Apakah gelatin halal?
Tergantung sumbernya. Gelatin dari sapi yang disembelih secara syar'i atau dari ikan halal, sedangkan gelatin dari babi haram. Pilih produk bersertifikat halal.
Apa yang harus dilakukan jika ragu?
Hindari perkara yang samar jika mudah, tetapi jangan berlebihan. Makanan dari Muslim di negeri Muslim pada dasarnya dihukumi halal.